1.Kuta Rock City
| Album studio oleh Superman Is Dead | ||||
|---|---|---|---|---|
| Dirilis | 2003 | |||
| Direkam | ARA Studio , Jakarta | |||
| Label | Sony Music Indonesia | |||
| Kronologi Superman Is Dead | ||||
| ||||
Daftar lagu
- Punk Hari Ini
- Kuta Rock City
- Graveyard Blues Vodkabilly
- Burn For You
- This Is Un-Love
- Runaway Stripper
- Here I Am
- Money Money Money
- Cerita Semalam
- All Angels Cry
- Ephedrine King
- F***ing Hero
- The Broken Song
- My Girlfriend Is Pregnant
- Musuh Sahabat
- Superman Is Dead
| | ||||
|---|---|---|---|---|
| Album studio oleh Superman Is Dead | ||||
| Dirilis | 2005 | |||
| Direkam | DJ Studio Bali & Bintang 41 Studio Bandung | |||
| Genre | Punk, Rock | |||
| Label | Sony Music Indonesia | |||
| Kronologi Superman Is Dead | ||||
| ||||
| Cover lain | ||||
Cover lain | ||||
Daftar lagu
- Hanya Hari Ini
- Rock & Roll Band
- Muka Tebal
- King, Queen & Poison
- Falling Down
- Long Way To The Bar
- Great Dream Of Society
- Bad Bad Bad
- TV Brain
- Beyond The Honesty
- Broken Guidance
- Disposable Lies
- Future Disgrace
- Moral Dilemma
| | ||||
|---|---|---|---|---|
| Album studio oleh Superman Is Dead | ||||
| Dirilis | 2006 | |||
| Direkam | Electrohell Studio Bali | |||
| Label | Sony Music Indonesia | |||
| Kronologi Superman Is Dead | ||||
| ||||
Ini adalah kontinuitas ekspresi bingar SID akan cinta dan cita-cita pada musik, kemerdekaan berpendapat, serta harapan untuk terus rukun damai sentosa di buana Bhineka Tunggal Ika.
Here they are again, friend. Alive, beer-soaked, and kicking!
“Black Market Love” yang direkam di Electro Hell studio pada fajar 2006 dipilih sebagai judul pertama karena, well, it sounds great and dangerous! Yang jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai “Cinta Pasar Gelap” a.k.a. “Cinta Rahasia”. Indeed, “Black Market Love” adalah deklarasi SID pada dunia tentang kecintaan mereka pada hal-hal yang selama ini divonis “salah” oleh perspektif mayoritas.
Kedua karena SID akan tanpa bosan melawan ketakpedulian, fasisme, diskriminasi, budaya kekerasan, dan pembodohan. Lawan dengan letup cinta yang tegar menyala.
Hal lain yang patut dicatat dari album bersampul tengkorak berkumis ini adalah deras bertambahnya lirik berbahasa Indonesia . Tentu SID punya alasan kuat untuk itu. Simak komentar Jrx, “Setelah hampir 11 tahun terlalu banyak memakai lirik berbahasa Inggris, pendengar sering kurang menangkap apa yang coba kita suarakan. Hasilnya seringkali publik hanya menilai kita secara tampak luar dan fashion saja. Salah besar sebab sejak awal kita ingin menempatkan musik sebagai media pemberi motivasi untuk anak-anak muda yang sering bingung dan mempertanyakan nilai-nilai yang ada di masyarakat dan kehidupan…”
Selebihnya, bak melanjutkan petualangan dari album sebelumya, “The Hangover Decade”, SID makin lebar menjelajah dengan mulai memasukkan instrumen-instrumen eksotik macam akordion, grand piano, organ dan biola. Njlimet? Wah, malah tidak. Album ini sebaliknya tetap relatif mudah dicerna kuping, Bersahaja dus gemah ripah dengan tembang-tembang sing-a-long. Perhatikan singel pertamanya, “Bukan Pahlawan”. Simple, bertempo sedang, gampang dinyanyikan riang bersama para sahabat di bar-bar murah atau tempat-tempat hiburan kelas bawah. Kesederhanaan aransemen dan koor dadakan bisa gampang tercipta pada country rock-fueled “Goodbye Whiskey” serta “Kita vs Mereka”--yang terinspirasi oleh kesewenangan yang menimpa Inul. Dan beautifully stripped-down dengan balada 3 kunci, “Lady Rose”.
Sementara bianglala tema tetap kaya warna. “Marah Bumi” & “Year of the Danger” menyoroti ulah manusia yang tidak ramah lingkungan & miskin sisi humanisme. “Citra O.D.” & “Psycho (Fake)” menyayangkan eksploitasi media terhadap privasi paling pribadi serta trend manipulasi citra. “Tomorrow” memimpikan dunia tanpa perang, adil makmur ijo royo-royo.
Pun varian partisipan makin lintas sektoral sekaligus “berbahaya”. Dari lingkup domestik muncul Jerinx dan Eka Rock mengambilalih posisi biduan lalu maskulin bersenandung masing-masing di “Lady Rose” dan “Anger Inc.”. Dari lingkup regional, Leo Sinatra (of nu skool Rockabilly act, Suicidal Sinatra) gitaris muda sakti-mandraguna-lihai-lancar-jaya-banyak-tattoo-banyak-bahagia bersedekah mengamalkan sedikit kebajikannya di “Goodbye Whiskey”; Dankie (of grunge’s last gentlemen, Navicula) elok menggesek slide guitar ditimpali vokal latar sejuk misterius oleh Sari (of Goth-Punk outfit, Nymphea) di “Lady Rose”; Prima (from local politico-rapcore collective, Geekssmile), gerah berteriak di “Citra O.D.”; Philipus indah berkiprah lewat organ di “Bukan Pahlawan”, grand piano di “Bangkit & Percaya”, & akordion di “Menginjak Neraka”; Mr. Fahmi (of Chicano-Punk mafia, Devildice) & One Dee (of Ska veterans, Noin Bullet) seronok mengisi departemen tiup di “Menginjak Neraka”. Sounds dangerous enough, eh?
Untuk kaum yang tersisih dan terlupakan. Untuk mereka yang tersudut dan terdiam. Lawan dunia yang marak dengan benci & dengki dengan pijar cinta yang besar!.
Daftar lagu
- "Year Of The Danger"
- "Black Market Love"
- "Bukan Pahlawan"
- "Psycho (Fake)"
- "Menginjak Neraka"
- "Anger Inc."
- "Citra O.D"
- "Marah Bumi"
- "Tomorrow"
- "Strong Enough"
- "Goodbye Whiskey"
- "Lady Rose"
- "Bangkit Percaya"
- "Kita Vs. Mereka"
| | ||||
|---|---|---|---|---|
| Album studio oleh Superman Is Dead | ||||
| Dirilis | 2009 | |||
| Direkam | Electrohell Studio Bali | |||
| Label | Sony Music Indonesia | |||
| Kronologi Superman Is Dead | ||||
| ||||
Daftar lagu
- Kuat Kita Bersinar
- Jika Kami Bersama
- We Are the Outsiders
- Poppies Dog Anthem
- Saint of My Life
- Nights of the Lonely
- Menuju Temaram
- Punkrock Lowrider
- Luka Indonesia
- Close to Fly Away
- The Days of a Father
- Pulang
- Memories of Rose
- U.T.W.
- Twice in Paradise
Tidak ada komentar:
Posting Komentar